Dani adalah seorang sales produk-produk kesehatan. Sudah dua tahun dia bekerja sebagai sales di perusahaan Tian Shi. Namun, penghasilannya tidak terlalu bagus. Karirnya stagnan, bahkan kadang-kadang dalam sebulan tidak ada pendapatan sama sekali. Suatu hari Dani ditawari temannya bekerja di bidang properti, walaupun masih di bagian pemasaran, namun untungnya lumayan berlipat dan jauh lebih banyak daripada ketika masih menjadi sales produk kesehatan.
Akhirnya Dani banting setir menjadi agen properti. Tidak hanya itu, di sela waktu luangnya, ia masih tetap menekuni hobi lamanya yakni karaoke, dancing, dan racing. Ketika ada audisi penyanyi sebuah stasiun televisi, dia pun ikut. Gayanya bernyanyi dan berjoget membuat semua juri berdecak kagum. Ketika ditanya seorang teman apa resepnya sampai ia bisa membuat takluk para juri? Dani menjawab, “Sama seperti bekerja, aku melakukannya dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah.”
“Memangnya kamu tidak malu menari dan menyanyi di depan banyak orang?”
“Wah…kalau itu, mungkin urat maluku sudah putus. Kalau tidak, dari dulu aku sudah berhenti menjadi sales.”
Sang kawan pun mengangguk-angguk.
Lain halnya dengan hobinya yang satu ini. Menginjak pedal gas di tiap sirkuit adalah kepuasan pribadi bagi Dani. Cukup ekstrim dan memacu adrenalin. Sejak kuliah Dani memang salah satu anggota tim pembalap go kart. Tamat kuliah, semua rekan satu timnya rata-rata diterima di perusahaan besar seperti Toyota corp, Astra International, atau BUMN seperti pertamina. Akan tetapi Dani malah melalang buana di dunia kesehatan.
Pada akhirnya, siapa yang akan menyangka bahwa karirnya yang cukup berliku itu bisa sukses. Setahun sejak Dani mengikuti audisi, ia kini dikenal sebagai salah satu penyanyi pria favorit di negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar