Minggu, 03 April 2011


Goresan Pesan Untuk Pembela Kebenaran
Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

Istilah dakwah salafiyah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Suka atau tidak suka semua kelompok -kecuali Syi’ah dan bala tentaranya- pada akhirnya tentu akan sepakat jika kita ajak untuk mengikuti para sahabat secara umum, walaupun dalam prakteknya mereka banyak menyelisihi generasi terbaik tersebut. Mereka -secara umum- bahkan mengklaim apa yang mereka yakini sebagai pemahaman para Sahabat, walaupun klaim mereka tidak dilandasi dengan bukti yang memadai. Yang memprihatinkan adalah, tatkala terbukti secara ilmiah bahwa apa yang mereka yakini atau amalkan ternyata bertentangan dengan pemahaman Sahabat mulailah muncul sikap permusuhan dan aksi penolakan. Terkadang penolakan itu sekedar dipendam di dalam hati, terkadang diucapkan dengan lisan, dan tidak jarang berakhir dengan peperangan, Allahul musta’an…

Saudaraku, sesungguhnya penisbatan kepada salafus shalih adalah penisbatan yang mulia dan terpuji, bukan perkara yang tercela sama sekali. Hal itu berulang kali kita dengar dari nukilan para ulama, di antaranya Syaikhul Islam Abul Abbas al-Harrani rahimahullah. Namun, yang menjadi persoalan sekarang ini adalah tatkala penisbatan ini dirancukan dengan sikap golongan atau kelompok tertentu yang mempersempit makna salafiyah. Kita memang tidak ingin memasukkan perusak dakwah ke dalam jajaran Salafi. Demikian pula sebaliknya. Kita juga tidak ingin menjatuhkan orang-orang yang masih bisa diperhitungkan perannya dalam dakwah yang agung ini dari kedudukan yang semestinya.

Oleh sebab itu wahai saudaraku, sudah semestinya kita bisa bersikap bijak dan adil dalam menilai dan bersikap, baik kepada diri kita sendiri ataupun kepada orang lain; yang mungkin kita anggap berseberangan dengan kita dalam banyak hal. Perhatikanlah bagaimana para Sahabat -teladan kita semua- dalam menilai diri mereka sendiri dan dalam memposisikan orang lain sebagaimana mestinya. Kita masih ingat, penuturan Ibnu Abi Mulaikah yang sangat masyhur dan dikutip oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata mereka semuanya khawatir dirinya terjangkit kemunafikan.” Ini adalah salah satu bukti kerendahan hati para Sahabat bersama dengan segala kebesaran yang mereka miliki. Amat jauh dengan keadaan sebagian kita pada hari ini, yang terkadang -secara tak terasa- telah menobatkan diri sendiri sebagai juru bicara kafilah dakwah yang mulia ini; sehingga siapapun yang berseberangan dengannya dianggap sebagai musuh dakwah salafiyah, laa haula wa laa quwwata illa billah!

Dari situlah, alangkah tepat apa yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah tatkala menggambarkan sosok manusia yang bijak. Beliau menjelaskan, “Orang yang paling bijak itu adalah yang menjadikan keluhannya kepada Allah -atas musibah/cobaan yang menimpanya- dikarenakan kesalahan dirinya sendiri, bukan malah dengan mengambinghitamkan orang lain.” Di satu sisi, seorang Salafi memang dituntut untuk merasa mulia dan bergembira dengan kelurusan manhaj yang telah mereka pilih dan jalani. Akan tetapi, jangan dilupakan pula bahwa salah satu bagian dari kelurusan manhaj ini adalah tidak meremehkan orang lain atau menolak kebenaran yang disampaikan oleh orang atau kelompok lain. Tentu saja kita ingat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk kesombongan.

Memang, kita harus angkat bicara untuk mengoreksi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh sekte-sekte sesat. Itu merupakan bagian dari nasehat. Bahkan, tidak akan tegak agama ini tanpanya. Namun, sekali lagi kita harus bisa membedakan antara pengusung manhaj dengan manhaj itu sendiri. Kita semua tahu bahwa para Sahabat itu secara individu tidaklah ma’shum, kita tentu saja jauh berada di bawah mereka. Apabila -misalnya- ada salah seorang Sahabat -yang karena ketidaksengajaan darinya atau ketidaktahuan- sedikit melenceng dari Sunnah, kemudian kita tidak mengeluarkannya dari jajaran para Sahabat. Maka demikian pula semestinya, apabila kita melihat ada sebagian saudara kita yang dengan sebab yang sama terjerumus dalam bentuk penyimpangan terhadap sebagian cabang Sunnah tanpa dia sadari. Tentu tidaklah bijak apabila dengan serta merta dan tanpa tabayyun lantas kita pun mencoret namanya dari jajaran pengikut generasi utama; apalagi sampai membid’ahkan atau mengkafirkannya tanpa alasan yang kuat.

Banyak hal yang harus kita ukur dan kaji jika kita hendak menjatuhkan vonis berat semacam itu, apalagi pada hakekatnya itu bukanlah wilayah kewenangan kita para pemula yang mencium aroma pengajian belum berapa lama. Di antara poin paling pokok yang harus kita garis bawahi adalah pondasi keikhlasan. Tidak ada yang mengingkari bahwa poin ini merupakan intisari dari agama Islam yang hanif ini. Inilah standar utama dalam menilai dan menyikapi. Memang, ikhlas adalah amalan hati. Namun, itu bukan berarti keikhlasan itu tidak bisa dideteksi. Seorang yang jujur dengan keikhlasannya tentu akan sangat tidak menyukai ketenaran. Selain itu, seorang yang ikhlas tidak beramal atau berdakwah untuk mengejar target-target duniawi. Inilah sebabnya mengapa para Sahabat senantiasa berusaha mengoreksi dirinya sendiri sebelum jauh berbicara mengenai penyimpangan yang dilakukan oleh orang lain. Kita tentu masih ingat ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, “Seorang mukmin sejati itu selalu memandang dosa-dosanya seakan-akan dia duduk di bawah gunung dan khawatir kalau-kalau gunung itu akan runtuh menjatuhi dirinya. Adapun seorang fajir akan memandang dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya kemudian dia pun menghalaunya dengan begini -upaya yang ringan sekali- (meremehkannya, pen).”

Benar, pembicaraan mengenai sesuai atau tidak dengan Sunnah adalah pembicaraan mengenai cara, bukan niatnya. Akan tetapi ingatlah, bahwa yang kita nilai dengan timbangan syari’at adalah manusia seperti kita; yang sarat dengan kekurangan dan ketidaktahuan. Kita harus memandang mereka tidak hanya dengan kaca mata syari’at, namun juga dengan kaca mata takdir; kaca mata kasih sayang dan belas kasihan. Mungkin hujjah belum sampai kepada mereka, mungkin mereka salah paham, mungkin ada perilaku kita yang justru menjauhkan mereka dari dakwah ini, mungkin… mungkin… Ada banyak sekali kemungkinan yang mengharuskan kita bersikap hati-hati dan tidak sembarangan menjatuhkan vonis sesat kepada sebagian saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita. Inilah mungkin yang selama ini jarang kita praktekkan. Kita justru sering mengambil sikap dan tindakan seolah-olah kita adalah manhaj salaf itu sendiri. Sehingga kita tidak pernah mengenal istilah kompromi dan toleransi. Hantam sana-sini tak peduli, toh ini kan bagian dari nasehat, begitu tipu daya setan yang kerap menghampiri telinga kita -yang penuh dengan ‘kotoran’- ini.

Tidakkah kita ingat wahai saudaraku, bagaimana kelembutan dan kebijakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah kepada orang-orang munafik. Padahal, kita juga mengetahui bersama bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diperintahkan oleh Allah untuk berjihad melawan mereka dan bersikap keras kepada mereka. Apakah ini artinya beliau tidak taat atau mengkhianati tugasnya; atau akan kita katakan bahwa beliau bersikap plin-plan, sama sekali tidak! Hal ini justru memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita bahwa terkadang orang yang paling keras permusuhannya kepada kita itulah yang berhak untuk kita perlakukan dengan lemah lembut, bukan dengan sikap keras. Inilah kandungan pesan yang pernah dinasehatkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah kepada segenap penyeru dakwah salafiyah yang mulia ini…

Sederhananya; seorang Salafi memang dituntut untuk membela manhaj yang haq ini selama-lamanya. Namun, di sisi lain dia juga harus mengingat bahwa dirinya -atau gurunya sekalipun- adalah manusia biasa yang berusaha meniti manhaj ini dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya. Dengan kesadaran semacam inilah akan lenyap segala bentuk fanatisme buta… Allahul muwaffiq.


LOGIKA MATEMATIKA

A.  PERNYATAAN, KALIMAT TERBUKA, INGKARAN atau NEGASI
1.     PERNYATAAN
·        Definisi :
Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar atau salah saja, tetapi tidak sekaligus kedua-duanya.
·        Contoh :
-         Sembilan adalah bilangan ganjil
-         Ibukota Indonesia adalah Jakarta

2.     KALIMAT TERBUKA
·        Definisi :
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya karena masih mengandung variable atau peubah.
·        Contoh :
-         x + 5 =7
-         p adalah bilangan prima

3.     INGKARAN atau NEGASI
·        Pengertian :
Ingkaran atau negasi disebut juga menyangkal pernyataan.
Negasi atau ingkaran dari pernyataan p ditulis sebagai   ̴p.
Untuk mengingkari atau menyangkal sesuatu, kita menggunakan kata “tidak”, “tidak benar”, atau “bukan”.
Nilai kebenaran dari suatu ingkaran atau negasi selalu berlawanan dengan penyataan semula. Jika “p” benar, maka    ̴p” salah dan jika “p” salah, maka “  ̴p” benar.


Perhatikan table ebenaran berikut :
p
̴p
B
S
S
B

·        Contoh :
-         Ingkaran atau negasi dari pernyataan “3 lebih dari 1” adalah . . . .
P    :           3 lebih dari 1
  ̴p  :           3 tidak lebih dari 1

-         Ingkaran atau negasi dari pernyataan “Semua orang beragama” adalah . . .
P    :           semua orang beragama
  ̴p  :           tidak semua orang beragama.

B.  PERNYATAAN MAJEMUK
·        Definisi :
Pernyataan majemuk adalah dua atau lebih pernyataan dapat digabungkan sehingga membentuk pernyataan baru.
·        Penggabungan tersebut menggunakan kata hubung logika seperti dan (˄), atau (˅), jika …, maka …(=>), dan … jika dan hanya jika … (<=>).

·        Pernyataan majemuk ada 4, yaitu :
1.     Konjungsi,
2.     Disjungsi,
3.     Implikasi, dan
4.     Biimplikasi (Implikasi dua arah).


·        Suatu pernyataan dapat bernilai benar atau salah, sehingga ada dua kemungkinan nilai untuk tiap satu pernyataan yaitu benar (B) atau salah (S). Oleh karena itu, untuk gabungan dua pernyataan p dan q (pernyataan majemuk) mempunyai komposisi nilai kebenaran seperti pada table berikut :
p
q
B
B
S
S
B
S
B
S

1.     KONJUNGSI
·        DEFINISI :
Konjungsi adalah pernyataan majemuk  yang menggunakan kata hubung “dan(˄)” .
Konjungsi pernyataan p dan q adalh :
            p ˄ q               dibaca : p dan q

Suatu konjungsi akan mempunyai nilai benar, jika kedua pernyataannya benar,
Sedangkan jika salah sat atau keduanya  bernilai salah, maka konjungsi itu bernilai salah.
p
q
p ˄ q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S

·        Contoh :
Nilai kebenaran dari konjungsi “Surabaya ibukota provinsi Jawa Timur dan 7 adalah bilangan genap” adalah …
P          :           Surabaya ibukota provinsi Jawa Timur berarti Ƭ(p) = B
q          :           7 adalah bilangan genap, berarti Ƭ(q) = S
(p ˄ q):          Surabaya ibukota provinsi Jawa Timur dan 7 adalah bilangan genap, berarti Ƭ(p ˄ q) = S.

·        Dalam sebuah konjungsi kata logika “dan” dapat diganti dengan “tetapi”, “meskipun”, atau “walaupun”.
Contoh :
“3 adalah bilangan prima dan ganjil” menjadi “3 adalah biangan prima tetapi 3 bilangn ganjil”

2.     DISJUNGSI
·        Definisi :
Disjungsi adalahpernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “atau (˅)”.
Disjungsi pernyataan p dan q adalah :
            p ˅ q               dibaca : p atau q

·        Suatu disjungsi mempunyai nilai kebenaran salah, jika kedua pernyataannya bernilai salah.
Sedangkan jika salah satu atau keduanya bernilai benar, maka disjungsi itu bernilai benar.
P
q
p ˅ q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
B
B
S



·        Contoh:
Nilai kebenaran dari disjungsi “ada bilangan asli yang terbesar atau jumlah sudut dalam segitita adalah 180°
P          :           ada bilangan asli yang terbesar, berarti Ƭ(p) = S
q          :           jumlah sudut dalam segitita adalah 180°, berarti Ƭ(q) = B
(p ˄ q):          ada bilangan asli yang terbesar atau jumlah sudut dalam segitita adalah 180°, berarti
Ƭ(p ˄ q) = B

3.     IMPLIKASI
·        Definisi:
Implikasi atau pernyataan bersyarat adalah pernyataan majemuk dari
pernyataan p dan q yang berbentuk :
            p => q                        dibaca :         a.  jika p, maka q
                                                            b.  Bila p, maka q
                                                            c.  p hanya jika q
                                                            d.  q jika p
                                                            e.  p syarat cukup bagi q
                                                            f.  q syarat perlu bagi p
·        p disebut antiseden (sebab) dan q disebut konsekuen (akibat/konklusi).



BUNYI BEEP DI KOMPUTER
BUNYI BEEP DI KOMPUTER
Mungkin Anda tidak terlalu memperhatikan bunyi-bunyian pada komputer selain musik MP3 yang memang mengalun merdu. Selain suara tersebut, mungkin suara komputer yang selalu Anda dengar adalah bunyi suara digital yang terdengar satu kali disaat Anda mulai menyalakan komputer. Sebenarnya ada bunyi-bunyian lain yang dipunya komputer Anda selain bunyi-bunyian tadi. Orang-orang yang sudah malang melintang di dunia komputer biasa menyebutnya BEEP CODE.
Ada dua standar yang biasa dipakai pada sebagian besar PC yaitu beep code buatan phoenix dan American Megatrends Inc. Nah, sekarang segera cari tahu, standar yang mana yang dipakai PC anda! Untuk mengetahuinya cukup melihat buku manual motherboard yang anda beli atau restart PC anda dan masuklah pada sistem BIOS. Disitu bisa Anda temukan sistem BIOS yang anda pakai.
1. Tanpa ada bunyi sama sekali
Jika tidak terdengar bunyi sama sekali pada BIOS, berarti ada 3 kemungkinan masalah yang sedang dihadapi PC Anda. Pertama-tama coba periksa power suplay komputer anda, apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Kalau memang tidak ada tegangan sama sekali yang masuk, berarti masalah memang ada pada komponen tersebut. Kemungkinan kedua adalah motherboard yang “rewel”. Periksa apakah motherboard yang anda pakai masih berfungsi bagus. Kemungkinan ketiga adalah speaker internal Anda yang tidak baik atau speaker tersebut tidak terpasang pada jack yang sesuai.
2. Beep satu kali
Kata “Alhamdulillah” bisa anda ucapkan sebagai rasa syukur. Ya bunyi sekali menandakan semua komponen sistem PC yang bersangkutan bekerja dengan baik. Tapi bunyi beep satu kali ini terdengar tetapi tak ada gambar apapun yang terlihat, periksa apakah kabel interface dari monitor sudah terhubung pada port video yang sesuai. Jika anda memakai kartu grafis, tentulah kabel monitor harus tersambung pada kartu grafis tersebut dan bkan pada video on board pada motherboard. Tapi, kalau semua itu sudah oke semua namun gambar tetap saja tidak terlihat pada layar monitor. Kalau keadaan ini terjadi, bisa dipastikan motherboard anda mengalami masalah dengan chip yang berhubungan dengan urusan grafis. Langkah pertma yang dilakukan mereset SIMM dan kemudian lakukan booting ulang. Jika kondisinya tetap sama, ganti kartu grafis anda.
3. Beep dua kali
Berarti ada yang kurang beres pada memori PC anda. Periksa fasilitas video atau grafis yang ada. Jika fasilitas video bekerja dengan baik, pada monitor akan tampil pesan eror. Apabila fasilitas ini memang tidak bekerja berarti ada masalah dengan parity pada bagian 64kb yang pertama. Yang harus dilakukan adalah memeriksa SIMM yang ada. Pasang kembali komponen ini secara benar kemudian lakukan booting ulang. Jika bunyi 2 kali ini tetap terdengar berarti kerusakan ada pada chip memory nya. Cara lain bisa anda lakukan yaitu dengan menukar kedudukan chip memory yang pertama dengan yang kedua. Ada baiknya anda periksa dahulu manual, mana tempat kedudukan memory yang pertama pada motherboard yang ada pakai. Apabila memory yang dipakai ternyata masih kondisi prima, berarti kerusakan ada pada motherboard.
4. Beep tiga kali
Lakukan pemeriksaan seperti langkah nomor 3, biasanya menandakan kerusakan ada kesalahan yang hampir sama dengan bunyi beep 2 kali.
5. Beep 4 kali
Kesalahan yang terjadi menyebabkan BIOS “menyanyi” sebanyak ini hampir sama dengan bunyi beep 2 atau 3 kali. Bisa juga karena timer pada PC kurang berfungsi dengan baik. Langkah-langkah no 3 bisa dilakukan.
6. Beep lima kali
Menandakan motherboard anda sedang “protes” karena sesuatu hal yang berhubungan dengan memory. Periksa kedudukan memory apakah sudah benar. Setelah itu booting ulang. Apabila masalah tetap ada, maka tandanya motherboad harus diganti. Atau ganti processor anda.
7. Beep enam kali
Berarti masalah sedang terjadi pada chipset pada motherboard yang mengendalikan keyboard PC anda. Atur kembali kedudukan chipset tersebut, jika ternyata chipset ini tidak disolder. Jika masih terdengar, maka ganti saja chipset ini jika mungkin. Atau ganti motherboard anda.
8. Beep 7 kali
Ada 2 kemungkinan, yaitu prosesor anda salah satu kakinya patah, atau tidak bekerja secara normal. Kemungkinan kedua, motherboard anda tidak beres. Coba pasang motherboard anda pada PC yang lain, jika ternyata prosesor berjalan normal, berarti kerusakan pada motherboardnya.
9. Beep 8 kali
Dipastikan ada masalah yang terjadi di kartu grafis yang anda pakai. Pastikan kartu grafis telah terpasang dengan benar pada portnya. Atau ganti jika masalah tetap ada.
Berrati BIOS anda rusak, ganti BIOS tersebut atau upgrade BIOS anda. Kalau masih rusak ganti motherboardnya.
11. Beep 10 kali
Masalah terletak pada bagian CMOS. Semua chip yang terhubung dengan CMOS sebaiknya diganti akibat CMOS yang bermasalah tersebut. Sebaiknya ganti motherboard anda dengan yang baru.
12. Beep 11 kali
Berarti masalah terletak pada cache memori pada PC anda secara otomatis mendisablenya. Aktifkan kembali dengan menekan tombol ctrl-alt-shift-+. Atau ganti memori anda.
13. Suara beep terus menerus
Kemungkinan memory anda rusak. Coba pasang dengan benar, atau ganti dengan memory yang baru.

Kode Beep Pada Kerusakan Hardware Komputer

Ketika saya mulai memperbaiki komputer rusak, sekitar 90% dari masalah yang saya lihat sebenarnya adalah terkait perangkat lunak. Sebagian besar masalah utama dengan komputer rusak yang saya temukan cenderung karena terlalu banyak program loading ketika start up. Semua program-program kecil ditambahkan dan memakan hampir semua sumber daya sistem baik listrik maupun, bandwith maupun space. Sesekali saya juga menemukan komputer mati total karena kerusakan hardware.
Ketika menemukan komputer rusak dan saya yakin itu rusak hardware, hal pertama yang saya lakukan ketika menyalakan komputer adalah mendengarkan bunyi beep pada komputer. Sayang sekali ada Motherboard tertentu yang tidak mempunyai speaker monitoring tersebut. Padahal dari bunyi beep itu komputer sebenarnya sedang mencoba untuk berbicara dengan operator/teknisi dan memberitahu mereka apa yang salah.
Dalam pengamatan komponen komputer dan membaca dari literatur tertentu, saya menemukan bahwa hampir semua motherboard mematuhi kode bip BIOS IBM standar. Tetapi beberapa OEM telah mengembangkan sendiri atau menggunakan Phoenix atau kode beep AMI, namun untuk sebagian besar produsen motherboard yang menggunakan IBM kode beep dibawah ini masih berlaku.
Kode bunyi beep kerusakan komputer;
Kode Beep:
Deskripsi Masalah:
  • Tidak ada Beep
*      Tidak ada power, CPU/MB rusak, Peripherals rusak
  • Satu kali Beep pendek
*      Semua normal pada POST berjalan baik
  • Dua kali Beep
*      Kesalahan POST/CMOS
  • Satu Beep panjang, satu Beep pendek
*      Masalah Motherboard
  • Satu Beep panjang, dua Beep pendek
*      Masalah Video
  • Satu Beep panjang, tiga Beep pendek
*      Masalah Video
  • Tiga Beep panjang
*      Keyboard Error
  • Beep Panjang Berulang-ulang
*      Memory Error
  • Terus-menerus Hi-Lo Beep
*      CPU mengalami Overheating
Dari mana mulai menghitung beep? Jika Anda menekan tombol power maka perhitungan beep dimulai pada bunyi pertama. Jika Anda telah melakukan perubahan pada komputer rusak, restart kembali untuk mendengar perubahannya. Walaupun karena perbedaan Motherboard bunyi bisa berubah, namun kepekaan Anda terhadap kode beep diatas akan melatih Anda untuk lebih berpengalaman. Artinya ketika akan memperbaiki komputer, kenali lebih dahulu merek Motherboard komputer tersebut.
CATATAN; Jika tidak ada beep, periksa apakah komputer mempunyai speaker monitoring internal.
Mendeteksi Kerusakan komputer dari suara

Beberapa hal sebelum kita melakukan service atau pembanahan Personal Computer/PC sebaiknya kita mengerti kerusakan atau kejanggalan yang terjadi pada PC dengan mendeteksinya melalui suara yang dikeluarkan. diantara nya adalah...
1 Kali suara BIP
Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.
2 Kali
Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.
3 Kali
Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.
4 Kali
Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
5 Kali
Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.
6 Kali
Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.
7 Kali
Kesalahan prosesor.
8 Kali
Kesalahan baca/tulis memory display.
9 Kali
Kerusakan BIOS.
10 Kali
Kesalahan CMOS.
11 Kali
Kerusakan cache memori.

AWARD BIOS
Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.
1 bip panjang
Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.
1 bip panjang, 2 bip pendek
Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.
1 bip panjang, 3 bip pendek
Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar. Suara bip sambung menyambung
Dapat disebabkan memori atau video card. Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan komputer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada. Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus. Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna. Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada
yang hilang.
Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, periferal eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error.    Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.
Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.
Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

Penanganannya
Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru. Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti. Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut. 8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card. 9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna. 11 kali bip, ganti cache memori.